Cara Menghitung SHU Lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasan

Cara Menghitung SHU Koperasi – Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi adalah pendapatan koperasi yang didapat dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainya termasuk pajak  dalam tahun buku yang bersangkutan. Sisa hasil usaha (SHU) bukanlah deviden yang berupa keuntungan yang didapat dari hasil menanam saham seperti yang sudah terjadi pada PT, tetapi SHU merupakan keuntungan usaha yang telah dibagi sesuai dengan aktivitas ekonomi pada anggota koperasi.

Sehingga besaran SHU yang akan diterima oleh setiap anggota koperasi tentu berbeda, besar atau kecilnya nominal yang diperoleh dari SHU tergantung dari seberapa besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.

Maksudnya yaitu semakin besar biaya  transaksi seorang anggota dengan koperasinya, maka akan semakin besar juga SHU yang diperoleh  anggota tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan swasta, dimana deviden yang didapat oleh pemilik saham adalah proposional, tergantung dari besarnya modal yang telah dimiliki. Hal ini termasuk salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha yang lainnya.

Cara Menghitung SHU

Perhitungan SHU bagian anggota bisa dilakukan dengan rumus setelah mengetahui beberapa hal yang tercantum dibawah ini :

  1. SHU total koperasi pada satu tahun buku
  2. Bagian (persentase) SHU anggota
  3. Total simpanan seluruh keluarga
  4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggora
  5. Jumlah simpanan per anggota
  6. Omzet atau volume usaha per anggota
  7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
  8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

Rumus Pembagian SHU : SHU Koperasi = Y + X

Keterangan :

SHU Koperasi : Sisa Hasil Usaha per Anggota

Y : SHU Koperasi yang telah dibagi atas Aktivitas Ekonomi

X : SHU Koperasi yang telah dibagi atas Modal Usaha

Dengan model matematika, maka SHU Koperasi per anggota bisa dihitung sebagai berikut :

SHU Koperasi AE : Ta/Tk (Y) I SHU Koperasi MU : Sa/Sk (X)

Keterangan:

Y: Jasa usaha anggota koperasi

X : Jasa modal anggota koperasi

Ta: Total transaksi anggota koperasi

Tk: Total transaksi koperasi

Sa : Jumlah simpanan anggota koperasi

Sk : Total simpanan anggota koperasi

4 Prinsip SHU Koperasi

1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota

Umumnya SHU yang akan dibagikan kepada anggota koperasi, bersumber dari anggota sendiri. Sedangkan untuk SHU yang sifatnya bukan berasal dari transaksi dengan anggota koperasi pada intinya tidak dibagi kepada anggota, namun akan dijadikan sebagai cadangan koperasi. Dalam hal ini sebuah koperasi yang tertentu, jika SHU yang bersumber dari non anggota sangat besar, maka rapat anggota bisa menetapkannya untuk dibagi secara merata selama pembagian tersebut tidak akan mengganggu likuiditas koperasi.

Pada koperasi yang pengelolaan pembukuannya sydah bai, biasanya terdapat pemisahan sumber SHU yang berasal dari anggota yang berasal dari nonanggota. Oleh sebab itu, langkah pertama dalam pembagian SHU adalah memilahkan yang bersumber dari hasil transaksi usaha dengan anggota dan yang bersumber dari nonanggota.

2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri

SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukan anggotakoperasi. Oleh sebab itu, perlu ditentukan proposisi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang dibagi kepada anggota.

Dari SHU bagian anggota, harus ditetapkan beberapa persentase untuk jasa modal,misalkan 30% dan sisanya sebesar 70% berate untuk jasa usaha. Sebenarnya belum ada formula yang baku mengenai penentuan proposisi jasa modal dan jasa transaksi usaha, tetapi hal ini dapat dilihat dari struktur pemodalan koperasi itu sendiri.

Apabila total modal sendiri koperasi sebagian besar bersumber dari simpanan-simpanan anggota (bukan dari donasi ataupun dana cadangan),maka disarankan agar proporsinya terhadap pembagian SHU bagian anggota diperbesar, tetapi tidak akan melebihi dari 50%. Hal ini perlu diperhatikan untuk tetap menjaga karakter koperasi itu sendiri, dimana partisipasi usaha masih lebih diutamakan.

3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan

Proses perhitungan SHU peranggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa bartisipasinya kepada koperasinya.

Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan salah satu proses pendidikan bagi anggota koperasi dalam membangun suatu kebersamaan, kepemilikan terhadap suatu badan usaha, dan pendidikan dalam proses demakrasi.

4. SHU anggota dibayar secara tunai

SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.

Contoh Soal Menghitung SHU

SOAL 1

Koperasi “ALAMRAYA” mempunyai SHU Rp 70.000.000,00. Alokasi pembagian untuk jasa penjualan 10 % dan jasa modal 20%. Koperasi itu mempunyai total modal sebesar Rp 150.000.000,00 yang terdiri dari:
  • Simpanan wajib Rp 40.000.000,00
  • Simpanan pokok Rp 22.000.000,00
  • Cadangan SHU tahun lalu Rp 16.000.000,00
Sedangkan total penjualan sebesar Rp 20.000.000,00. Bila Pak Didik mempunyai simpanan Rp1.500.000,00 dan membeli Rp 3.200.000,00, hitunglah besar bagian SHU Pak Didik !
Pembahasan:
Menghitung besarnya jasa modal dan jasa usaha seluruh anggota
Jasa Usaha seluruh anggota
= jasa penjualan x SHU
= 10 % x Rp 70.000.000,00
= Rp 7.000.000,00
Jasa Modal seluruh anggota
= jasa modal x SHU
= 20 % x Rp 70.000.000,00
= Rp. 14.000.000,00
Jasa Usaha pak Didik :
= (Jasa pembelian P. Didik : total penjualan anggota) x Jasa Usaha seluruh anggota
= (Rp3.000.000,00 : Rp 20.000.000,00 ) x Rp 7.000.000,00
= Rp. 1.050.000,00
Jasa Modal pak Didik :
= ( simpanan pak Didik : simpanan seluruh anggota) x jasa modal seluruh anggota
= ( Rp3.200.000,00 : Rp 62.000.000,00) x Rp14.000.000,00
= Rp. 722.580,6
Jadi SHU untuk Pak Didik
= Jasa Usaha pak Didik + Jasa Modal pak Didik
= Rp 1.050.000,00 + Rp 722.580,6
= Rp 1.772.580,6

SOAL 2

Pada akhir periode akuntansi koperasi “ ANAKBANGSA” memiliki data sebagai berikut.
Pendapatan dari anggota =Rp 1.400.000,00
Pendapatan dari bukan anggota=Rp 500.000,00
Beban total =Rp 600.000,00
Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan, SHU dibagi sebagai berikut :
Dana cadangan = 40 %
Jasa simpanan = 20 %
Jasa anggota = 25 %
Jasa lain-lain = 15 %
Jika beban dialokasikan pada beban anggota sebesar 70 % dan beban bukan anggota sebesar 30 % , maka besarnya jasa anggota adalah…
Pembahasan :
SHU seluruh anggota
= Rp.1.400.000,00 – ( beban anggota x beban total )
= Rp 1.400.000,00 – (70 % x Rp 600.000,00)
= Rp 1.400.000.00 – Rp 420.000,00
= Rp 980.000,00
Jasa anggota
= 25% x SHU
= 25% x Rp.980.000,00
= Rp 245.000,00

SOAL 3

Saldo akun Koperasi “SEJAHTERA” tanggal 31 Desember 2008 di data sebagai berikut :
Simpanan pokok : Rp 3.000.000,00
Simpanan wajib : Rp 5.500.000,00
Simpanan Sukarela : Rp 4.000.000,00
Piutang dagang : Rp 2.250.000,00
Penjualan : Rp 3.500.000,00
Pembelian : Rp 7.000.000,00
Peralatan : Rp 5.000.000,00
Persediaan barang : Rp 2.750.000,00
Utang dagang : Rp 2.250.000,00
Dari data diatas hitunglah harta Koperasi “ SEJAHTERA” !
Pembahasan :
Harta koperasi
= peralatan + piutang + persediaan
= Rp5.000.000,00 + Rp2.250.000,00 + Rp2750.000,00
= Rp10.000.000,00

SOAL 4

Sebagian data yang diperoleh dari Koperasi “ JAYA ABADI” tahun 2007 :
1.Pendapatan jasa Rp 4.000.000,00
2.Pendapatan jasa dari bukan anggota Rp 2.500.000,00
3.Beban gaji Rp 2.700.000,00
4.Beban listrik Rp 300.000,00
5.Beban telepon Rp 400.000,00
6.Pendapatan lain-lain Rp 500.000,00
7.Beban lain-lain Rp 100.000,00
Hitung besarnya SHU Koperasi “JAYA ABADI” tahun 2007 !.
Pembahasan
Besarnya SHU / laba koperasi
= total pendapatan – total beban
= Rp.7.000.000,00 – Rp 3.500.000,00
= Rp 3.500.000,00 – See more at: http://catatanekonomi.blogspot.com/2009/11/menghitung-shu.html#sthash.3vbcjB4B.dpuf

SOAL 5

Diketahui data koperasi “Maju Terus” tahun 2015 adalah sbb :

– Modal koperasi  Rp. 100.000.000,-
– Pembelian yg dilakukan oleh anggota  Rp. 200.000.000,-
– SHU sebesar Rp. 80.000.000,-
SHU tsb dilokasikan untuk :
– Jasa modal 20%
– Jasa usaha anggota (pembelian di koperasi) 50%
Khairul seorang anggota koperasi mempunyai simpanan Rp. 10.000.000,-  dan telah melakukan pembelian sebesar Rp. 20.000.000,-, Maka besarnya SHU yang diterima Khairul adalah :
Jawab :
SHU = Rp. 80.000.000,-, dibagikan untuk :
– Bagian Jasa modal = 20% x Rp.80.000.000,- = Rp. 16.000.000,-
– Bagian Jasa usaha = 50% x Rp.80.000.000,- = Rp. 40.000.000,-
                                                                             Rp. 56.000.000,-
Bagian SHU Khairul :
– Jasa Modal = modal / simpanan Khairul    x bagian SHU jasa modal
                            Jlh. modal koperasi
                     =  Rp. 10.000.000,-     x  Rp. 16.000.000,-             =  Rp.  1.600.000,-
                         Rp. 100.000.000,-
– Jasa usaha (pembelian) = pembelian oleh khairul   x  bagian jasa usaha (pembelian)
                                              Jlh. pembelian (agt)
                                         = Rp.20.000.000,-  x  Rp. 40.000.000,-   =Rp.4.000.000,-
                                            Rp.200.000.000,-
Jadi, SHU yang diterima khairul dari dua jasa tsb ( jasa modal + jasa pembelian )           adalah :
                   Rp. 1.600.000,- + Rp. 4.000.000,-  = Rp. 5.600.000,-