Cara Menghitung PTKP Lengkap dengan Contohnya

Banyak sekali kasus yang seringkali kita dengar dimana seseorang sangat malas berurusan dengan pajak, seperti yang sedang viral saat ini di kalangan para artis. Alasan banyak orang enggan berurusan dengan pajak adalah karena takut jika mereka datang ke kantor, mereka akan diminta untuk membayar pajak dalam jumlah yang cukup besar, namun tidak selamanya seperti ini. Seperti misalnya adalah pajak penghasilan. Ada istilah yang biasa disebut dengan Penghasilan tidak kena pajak atau yang biasa disebut PTKP.

Bagi anda yang gajinya masih di batas PTKP, anda tidak wajib untuk membayar pajak penghasilan. Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) ialah besarnya penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi wajib pajak orang pribadi, atau dengan kata lain jika penghasilan neto wajib pajak orang pribadi yang menjalankan suatu usaha atau pekerjaan bebas yang jumlahnya dibawah PTKP, maka ia tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPH) Pasal 25/29. Apabila berstatus sebagai pegawai ataupun penerima penghasilan sebagai objek PPH Pasal 21, maka penghasilan tersebut tidak dikenakan pemotongan PPH pasal 21.

Besaran PTKP

Dalam perhitungan pajak penghasilan pribadi orang dalam negeri terdapat penghasilan tidak kena pajak yang akan dikurangi dari penghasilan bersih untuk memperoleh penghasilan kena pajak. Kemudian, bagaimana cara untuk menghitung penghasilan tidak kena pajak tersebut? Berdasarkan undang-undang nomor 36 tahun 2008 mengenai Pajak Penghasilan, di dalam pasal 7 telah diatur tentang besaran PTKP sebagai berikut ini.

PENGHASILAN TIDAK
KENA PAJAK
Rp. 15.840.000untuk diri Wajib Pajak  orang pribadi
Rp. 1.320.000tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
Rp. 15.840.000tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
Rp.  1.320.000tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya,
paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga

Tabel tersebut yang akan kita gunakan sebagai acuan untuk menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Untuk lebih memahami cara menghitung penghasilan tidak kena pajak, mari kita langsung praktekkan dengan contoh berikut ini.

Contoh Soal

Tuan Andi punya seorang Istri dengan 4 orang anak yang masih dalam tanggungannya. Berapakah besar Penghasilan PTKPnya Jika:

  1. Istri bekerja pada pemberi kerja dan penghasilannya tidak digabung dengan suami.
  2. Istri tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga.
  3. Istri bekerja dan penghasilan digabung dengan suami

Jawab

1. Karena penghasilan istri dan suami tidak digabung maka cara menghitung penghasilan tidak kena pajaknya sebagai berikut

WP pribadi             15.840.000
Menikah                     1.320.000
Anak (maks 3)         3.960.000
————————————– +
Total PTKP              21.120.000

2. Karena penghasilan tidak digabung jadi PTKP tuan andi sama dengan jawaban no 1. Hanya saja ketika istri menghitung pajaknya maka ia ada PTKP sebesar 15.840.000 yang dikurangkan dari penghasilan bersihnya.

3. Karena Penghasilan istri digabung maka cara menghitung penghasilan tidak kena pajaknya ada tambahan 15.840.000 :

WP pribadi             15.840.000
Menikah                     1.320.000
Istri Bekerja           15.840.000
Anak (maks 3)         3.960.000
————————————– +
Total PTKP              36.960.000

Tarif PTKP

Tarif PTKP terbaru untuk perhitungan PPh Pasal 21 berdasarkan PMK No. 101/PMK.010/2016 adalah :

  • Rp 54.000.000, untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
  • Rp 4.500.000, tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
  • Rp 54.000.000, untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  • Rp 4.500.000, tambahan bagi setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda garis keturunan lurus dan anak angkat yang jadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

Maksud dari keluarga sedarah adalah masih garis keturunan lurus satu derajat seperti ayah, ibu dan anak. Sedangkan yang dimaksud dengan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat yaitu mertua dan anak tiri, dan hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping adalah ipar.

Keluarga sedarah dan juga semenda garis keturunan lurus, yang jadi tanggungan adalah

orang tua, mertua, anak kandung, atau anak angkat berhak dapat PTKP maksimal 3 orang untuk tiap keluarga. Dan yang dimaksud dengan menjadi tanggungan sepenuhnya adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak.

Penerapan PTKP Baru PMK Nomor 101/PMK.010/2016

Penerapan PTKP Tahun 2016 per tahun adalah sebagai berikut:

1. PTKP Untuk Laki-Laki Kawin Istri Tidak Bekerja/Tidak Memiliki Usaha

  • K/0 = Rp. 58.500.000,-
  • K/1 = Rp. 63.000.000,-
  • K/2 = Rp. 67.500.000,-
  • K/3 = Rp. 72.000.000,-

Penjelasan (istri yang tidak bekerja):

  • K/0 : Kawin tidak ada tanggungan Rp. 58.500.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000)
  • K/1: Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan Rp. 63.000.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000)
  • K/2: Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan Rp. 67.500.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000)
  • K/3: Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan Rp. 72.000.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000)

2. PTKP Untuk Laki-laki Tidak Kawin dan Wanita (Kawin/Tidak Kawin)

  • TK/0 = Rp. 54.000.000,-
  • TK/1 = Rp. 58.500.000,-
  • TK/2 = Rp. 63.000.000,-
  • TK/3 = Rp. 67.500.000,-

Penjelasan:

  • Status Wanita meskipun sudah kawin tetap mempunyai PTKP tidak kawin kecuali dapat membuktikan bahwa suami tidak bekerja (dari Instansi terkait/kelurahan).
  • TK/0: Tidak Kawin tidak ada tanggungan PTKP sebesar Rp. 54.000.000
  • TK/1: Tidak Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan PTKP sebesar Rp. 58.500.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000).
  • TK/2: Tidak Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan PTKP sebesar Rp. 63.000.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 +Rp. 4.500.000).
  • TK/3: Tidak Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan PTKP sebesar Rp. 67.500.000 (Rp. 54.000.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000 + Rp. 4.500.000).

3. PTKP untuk Laki-Laki Kawin Istri Bekerja/Usaha

  • K/I/0 = Rp. 112.500.000,-
  • K/I /1 = Rp. 117.000.000,-
  • K/I /2 = Rp. 121.500.000,-
  • K/I /3 = Rp. 126.000.000,-

Penjelasan (Istri Bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja atau usaha):

  • PTKP untuk istri yang bekerja pada satu pemberi kerja tidak digabung dengan suami, yang digabung dengan PTKP suami hanya yang bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja dan/atau istri yang memiliki usaha (penghasilan digabung dengan penghasilan suami)
  • K/I/0 = Kawin Istri Bekerja/Usaha tidak ada tanggungan 112.500.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000)
  • K/I/1 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 1 (satu) tanggungan 117.000.000 (54.000.000 + 54.000.000+4.500.000 +4.500.000)
  • K/I/2 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 2 (dua) tanggungan 121.500.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000 + 4.500.000+ 4.500.000)
  • K/I/3 = Kawin Istri Bekerja/Usaha memiliki 3 (tiga) tanggungan 126.000.000 (54.000.000 + 54.000.000+ 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000 + 4.500.000)

Demikian ulasan kami tentang cara menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP) beserta contoh kasusnya. Namun cara ini tidak sama dengan cara untuk menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP) di 2013 karena tahun 2013 sudah ada kesepakatan antara menteri keuangan dengan DPR mengenai penyesuaian PTKP. Berapa besarnya PTKP pada tahun 2013? Anda bisa baca Penghasilan Tidak Kena Pajak Tahun 2013. Sekian, mohon maaf bila ada kesalahan dalam perhitungan ataupun kata-kata. Semoga bermanfaat.