Cara Menghitung Pajak Mobil di STNK Lengkap dengan Contoh Kasus

Menghitung Pajak Mobil di STNK – Selain memperhatikan kondisi mobil supaya tetap awet, hal lain yang harus diperhatikan yaitu membayar pajak mobil. Apabila anda terlambat untuk membayar pajak, pastinya anda akan dikenakan denda. Denda yang diberikan pun juga tidak tanggung-tanggung karena persentase denda pajak sekarang ini sudah tinggi.

Denda pajak mobil dibuat supaya pendapatan untuk pembenahan infrastruktur jalan tidak mengalami hambatan. Dulunya, denda pajak mobil ini sangat kecil sehingga tak jarang banyak yang telat membayar pajak bahkan sampai lima tahun sekali. Namun, anda jangan coba-coba terlambat membayar pajak sekarang karena persentase pembayarannya semakin tinggi.

Menurut sumber yang terpercaya dari DIV Humas POLRI, penalti dihitung sesuai dengan perhitungan tahunan sebesar 25% dari pajak tahunan. Artinya, apabila anda terlambat 6 bulan membayar, anda akan dikenakan denda sebesar 12,5% atau jika terlambat selama 3 bulan, berarti denda yang dibayar sebesar 6,25%.

Tetapi ini adalah peraturan lama. Sedangkan Peraturan terbaru adalah jika anda telat 2 hari membayar pajak mobil dari tanggal jatuh tempo, maka anda akan dikenakan denda sebesar 25%. Dan jika lebih dari 1 bulan, akan diberikan  tambahan denda 2% hingga maksimal denda sebesar 48% dari pokok pajak yang belum dibayar per bulan.

Kali ini kami akan memberikan informasi untuk anda mengenai cara menghitung pajak mobil 2019.

Data yang dibutuhkan untuk menghitung pajak mobil:

Ada beberapa data yang perlu anda siapkan ketika akan menghitung pajak mobil, diantaranya adalah :

  1. STNK
  2. Jenis mobil (sedan, minibus, dll).
  3. Merk mobil.
  4. Tipe mobil.
  5. Tahun pembuatan kendaraan.
  6. Cylinder (besar CC).
  7. Kegunaan mobil (untuk pribadi, umum, dll).
  8. Tanggal jatuh tempo.

Toleransi Keterlambatan Pembayaran PKB

Meskipun denda yang diberikan lebih besar, tetapi pemerintah masih memberikan toleransi denda, yaitu toleransi yang diberikan selama 1 hari kerja terhitung dari tanggal hari terakhir batas pembayaran. Contohnya : jatuh tempo bayar mobil tanggal 20 hari selasa, jadi toleransi 1 hari kerja, sehingga denda baru akan diberikan apabila membayar pada tanggal 22 hari kamis.

Tetapi, jika batas terakhir adalah hari sabtu, maka penalti baru akan dikenakan pada hari selasa karena hari minggu tidak terhitung. Pada intinya, jika terlambat selama dua hari maka akan dimasukkan sebagai denda 1 bulan pertama, dan jika melewati 1 bulan 1 haru maka denda akan terhitung sebanyak 2 bulan. Pertanyaannya sekarang yaitu, bagaimana perhitungan apabila denda pajak mobil lebih dari dua bulan?

Rumus Perhitungan Denda Pajak Mobil

Denda pajak merupakan penalti yang diberikan oleh pemerintah kepada pengguna kendaraan karena telah melewati batas pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Setiap mengalami keterlambatan membayar PKB otomatis pembayaran SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) akan mengikuti sehingga penalti PKB yang diberikan, terhitung berdasarkan kelipatan bulan. Untuk lebih mudah memahaminya, perhitungan denda pajak mobil dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Denda PKB= Keterlambatan 2 hari sampai 1 bulan = 25%.
2. Jika terlambat dari 1 bulan = 25% + [(jumlah keterlambatan bulan-1) x 2%)]
3. Perhitungan keterlambatan maksimal 48 bulan, lewat 48 bulan tetap dikali 48.
4. Denda SWDKLLJ = 100 ribu rupiah

Contoh Kasus: Mobil Suzuki Karimun Estilo yang terlambat membayar pajak selama 5 hari, sehingga diberi denda dengan perhitungan:

1. Biaya pokok PKB = Rp 1.527.800
2. Biaya pokok SWDKLLJ = Rp 143.000
3. Maka, denda PKB = 25% x Rp 1.527.800 =382.000 (pembulatan angka)
4. Denda SWDKLLJ = Rp 100.000

Total Pokok = Rp 1.670.000
Total Denda = Rp 482.000

Cara Menghitung Denda Pajak STNK Mobil

Nah, sekarang bagaimana apabila STNK mobil anda telah jatuh tempo dan anda dikenakan denda pajak? Berikut Camargus sajikan cara perhitungan denda pajak apabila terlambat memperpanjang STNK mobil. Ada 2 kategori denda jika telat membayar pajak, yakni:

1. Denda atas PKB
2. Denda atas SWDKLLJ

Cara menghitung dendanya, adalah sebagai berikut:

  • Denda atas PKB sebesar 25% dalam 1 tahun, jika terlambat 3 bulan, maka perhitungannya menjadi : PKB x 25% (3/12), sedangkan jika keterlambatan 6 bulan, perhitungannya: PKB x 25% (6/12), dan begitu seterusnya.
  • Denda atas SWDKLLJ nominalnya sama antara 3 hari maupun 1 tahun. Untuk mobil, dendanya sebesar 100 ribu rupiah.

Sebagai tambahan informasi, denda PKB dihitung per bulan dan tahun, sehingga tidak ditotalkan jadi berapa bulan. Denda SWDKLLJ dihitung perhitungannya adalah per tahun.

Contoh Kasus Mobil Toyota:

Pak anto terlambat membayar pajak selama 3 bulan dari tanggal jatuh temponya, dimana PKB pokok sebesar 1,5 juta rupiah, sehingga perhitungannya adalah:

a. Pokok:
PKB = 1.500.000
SWDKLLJ = 143.000
Total = 1.643.000

b. Denda
PKB = 1.500.000 x 25% x (3/12) = 93.750
SWDKLLJ = 100.000
Total Denda = 193.000

Jumlah yang harus dibayar = Total pokok + total denda = 1.643.000 + 193.000 = 1.836.000
Perhitungan di atas berdasarkan hitungan bulan dan hanya berlaku di daerah Jakarta serta beberapa wilayah Samsat lainnya.

Menghitung Pajak Progresif Mobil

Pajak progresif mobil merupakan tarif pemungutan pajak yang diberikan kepada pemilik mobil dengan persentase terhadap jumlah atau kuantitas objek pajak serta harga dan nilai objek pajak. Ada dua jenis pajak progresif, diantaranya adalah pajak penghasilan (PPh) dan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Pajak progresif diterapkan kepada pemilik mobil yang mempunyai kesamaan nama dan alamat pemilik kendaraan. Misalnya, sobat menjual mobil ke orang lain tanpa melakukan balik nama kepemilikan, maka sobat tetap akan menanggung pajak progresif tersebut karena nama dan alamat pemilik kendaraan masih sama.

Oleh karena itu, pentingnya melakukan balik nama ketika menjual mobil anda. Selain itu, diperlukan juga melapor ke pemilik mobil SAMSAT untuk mengetahui dimana kendaraan tersebut dialihkan. Laporan tersebut nantinya akan diproses dibawah 30 hari setelah membalik nama kepemilikan kendaraan.

Besaran Pajak Progresif Mobil

Berikut adalah beberapa tarif pajak progresif mobil, diantaranya adalah:

No. Urutan Kepemilikan Kendaraan Persentase Tarif Pajak

1. Mobil Pertama 1,5%
2. Mobil Kedua 2%
3. Mobil Ketiga 2,5%
4. Mobil Keempat dan seterusnya 4%

Rumus Perhitungan Pajak Progresif Mobil

Perlu anda ketahui bahwa ada dua unsur mendasar pengenaan pajak progresif mobil, yakni:

a. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
b. Bobot atau efek negatif akibat menggunakan kendaraan serta mampu merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang dinyatakan sebagai koefisien bernilai satu atau lebih.

Rumus perhitungannya adalah:

(PKB/2) x 100.

Nilai PKB dapat dilihat di balik STNK. Setelah mengetahui nilai NJKB mobil, maka anda perlu mengalikannya dengan persentase tarif pajak progresif mobil sesuai dengan urutan kepemilikan mobil. Setelah itu, tambahkan SWDKLLJ untuk kendaraan kedua. Ketiga, dan seterusnya.

Contoh Kasus:

Pak Dani memiliki mobil, yaitu Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Nissan. Keempat mobil tersebut memiliki tipe dan tahun yang sama. Diketahui, nilai PKB sebesar 1,5 juta sedangkan SWDKLJJ sebesar 150 ribu rupiah. Nah, berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menghitung pajak progresifnya:

NJKB : (PKB/2) x 100
Maka, nilai NJKB sebesar (1.500.000/2) x 100 = 75.000.000
Untuk pajak progresifnya, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Mobil pertama
PKB: 75.000.000 x 1,5% = 1.125.000
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.275.000

Mobil Kedua:
PKB: 75.000.000 x 2% = 1.500.000 (Terdapat kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.650.000

Mobil Ketiga:
PKB: 75.000.000 x 2,5% = 1.875.000 (Terdapat Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 2.025.000

Mobil Keempat:
PKB: 75.000.000 x 4% = 3.000.000 (Terdapat Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 3.150.000