Cara Menghitung Kubikasi Kayu dan Pasir Lengkap dengan Contoh Soal

Menghitung Kubikasi Kayu dan Pasir – Bagi anda yang pernah berkecimpung dalam dunia usaha perkayuan ataupun mebel furniture, sudah pasti anda mengerti dasar-dasar perhitungan volume kayu. Hal ini sangatlah penting karena untuk dapat mengetahui biaya yang dibutuhkan dan bagaimana memaksimalkan kayu yang akan kita beli.

Kubikasi atau volume kayu ialah nilai dari besaran volume yang terdapat pada kayu. Dan nilai satuan tersebut menggunakan meter kubik (M3) dalam perhitungannya. Dengan mengetahui nilai kubikasi atau volume dari sebatang kayu, maka anda dapat memperkirakan ataupun mengetahui harga dari kayu itu sendiri berdasarkan nilai kubikasi atau volumenya.

Pasir pasang, pasir urug dan batu belah, bahan material ini menjadi bahan utama untuk pembuatan rumah, gedung, dan rabat beton. Satuan volumenya dinyatakan dalam meter kubik (m3). Agar menghasilkan kualitas bangunan yang baik, maka diperlukan campuran bahan material yang proporsional dan sesuai dengan standar SNI.

Cara menghitung pasir pasang, pasir urug, batu belah dan batu split untuk cor pada intinya sama seperti cara menghitung kayu balok. Barang-barang material ini termasuk benda padat yang mempunyai tiga dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi. Rumus yang bisa anda gunakan untuk menghitung kubikasi pasir dan batu sama seperti rumus matematika untuk menghitung volume kubus atau balok, yaitu panjang x lebar x tinggi (P x L x T).

Cara Menghitung Kubikasi Pasir dan Batu

Bahan-bahan material ini banyak dijual di toko-toko material dan di antar ke tempat pembeli dengan menggunakan truk atau mobil bak terbuka. Cara mudah menghitung volumenya yaitu mengukur panjang dan lebar bak truk, kemudian ukur ketinggian pasir atau batu. Untuk bisa mengukur ketinggian pasir dapat dilakukan dengan menggunakan besi 6,8 atau 10 inchi, lalu hasilnya diukur menggunakan meteran.

Sedangkan untuk mengukur batu belah dan split tidak bisa diukur menggunakan besi sama seperti halnya mengukur pasir, karena batu jauh lebih padat. Cara untuk mengukur volume batu dalam bak truk yaitu ukur berapa tinggi bak truk yang tidak terisi batu, kemudian setelah batu atau split tersebut diturunkan, ukur lagi total tinggi bak truknya kemudian dikurangi dengan hasil pengukuran  awal.

Cara Menghitung Kubikasi Kayu Log atau Gelondongan

Cara yang awam dan biasa digunakan untuk menghitung kubikasi pada kayu log atau gelondong adalah dengan rumus:

(P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan:

Cara menghitung kubikasi kayu gelondong adalah hampir sama dengan menghitung dalam rumus matematika sebuah tabung. Yaitu panjang kayu yang dinyatakan dalam satuan meter D adalah diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm.

Contoh :
Jika seseorang akan membeli sebuah kayu gelondong  dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya adalah 2 meter, maka jika Kita menggunakan rumus di atas nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3. Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.

Nb: Nilai kubikasi kayu yang diperoleh dengan menggunakan rumus ini hampir sama (sedikit lebih rendah) dengan nilai kubikasi kayu yang ada pada tabel kubikasi kayu log perhutani. Atau jika anda tidak ingin capek-capek menghitung dengan menggunakan rumus, anda bisa melihat langsung pada tabel milik perhutani di tabel kubikasi perhutani.

Cara menghitung kubikasi kayu papan

Berbeda dengan cara untuk menghitung kubikasi kayu log atau gelondong, cara menghitung kayu gergajian atau kayu yang sudah berbentuk papan menggunakan rumus:
(T x L x P) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :
T adalah tebal/tinggi papan kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
L adalah lebar papan kayu yang dihitung dalam satuan cm
P adalah panjang papan kayu yang dihitung dalam satuan meter

Contoh :
Pada satu papan kayu dengan ukuran tebal 4 cm, lebar 25 cm dan panjang 2 meter, maka besarnya kubikasi pada papan kayu tersebut jika menggunakan rumus di atas adalah (4 x 25 x 2) : 10.000 = 0,02 M3 atau butuh 50 lembar papan untuk mencapai satu kubik.

Cara-cara menghitung kubikasi kayu di atas tidak hanya untuk jenis-jenis kayu tertentu, tetapi bisa diterapkan pada semua jenis kayu komersial lainnya, seperti kayu jati, kayu sengon, kayu mindi, kayu mahoni dan lain sebagainya.

Cara Menghitung Kubikasi Pasir

Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kubikasi pasir dan batu sama dengan rumus matematika untuk menghitung volume kubus atau balok, yaitu:

panjang x lebar x tinggi (P x L x T)

Berikut cara menghitung kubikasi pasir :

Cara mudah menghitung volume pasir bisa dilihat dari cara mengukur panjang dan lebar bak truk lalu ukur ketinggian pasir atau batu tersebut metode pengukuran ketinggian pasir bisa memakai besi ukuran 6, 8 atau 10 inchi. Setelah itu hasilnya diukur dengan menggunakan meteran.

Contoh :

Sebuah truk bermuatan batu split ukuran 2×3 cm. Berapa kubikasi batu split tersebut?

Jawab :

Langkah pertama adalah ukur dulu bagian dalam panjang bak truk, lebar bak truk dan tinggi ruang kosong yang tidak terisi batu split.

Misalnya, setelah diukur diperoleh hasil panjang bak truk 3 m, lebar 2 m dan tinggi bak yang tidak terisi batu 90 cm. Setelah batu tersebut diturunkan, diukur lagi tingginya 1,9 m. Maka kubikasi batu dalam truk tersebut adalah:

= P x L x T
= 3 m x 2 m x (1.9 m – 0.9 m)
= 6 m³
Jadi volume batu tersebut adalah 6 m³.

Kalau menghitung kubikasi pasir dan batu di darat, rumusnya sama cuma tekniknya agak berbeda. Untuk 1 m³ pasir urug atau pasir pasang, bisa menggunakan alat bantu berupa dolak atau kotak kayu berukuran P=1 m, L=1 m, dan T= 1 m.

Sedangkan mengukur kubikasi batu di atas tanah atau di pinggir kali, tidak perlu menggunakan alat bantu berupa kotak kayu seperti mengukur pasir. Kita tinggal menumpuk batu tersebut berbentuk persegi. Lalu kalikan panjang, lebar dan tingginya.