Cara Menghitung BPHTB Tanah dan Rumah Beserta Contoh Kasus

Menghitung BPHTB 2019 – Saat ingin melakukan jual beli tanah dan bangunan, baik pembeli ataupun penjual mereka  akan dikenakan pajak. Penjual akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) atas uang pembayaran harga tanah yang telah diterimanya, sedangkan untuk pembeli akan dikenakan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas perolehan hak atas tanahnya.

BPHTB ini tidak hanya dikenakan pada saat terjadinya jual beli tanah saja, tetapi juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan (tukar menukar, hibah, waris, pemasukan tanah kedalam perseroan, dan lain-lain).

Apakah yang dimaksud dengan BPHTB? dan bagaimana contoh cara untuk menghitung pajak BPHTB yakni bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tutorial khusus tentang ini, mengingat hal ini sangatlah penting karena akan kita temui dalam dunia nyata ketika akan melakukan transaksi jual beli tanah ataupun properti, hibah dan berbagai macam model peralihan hak lainnya sehingga ada kewajiban sebagai pembeli untuk membayar pajak pada pemerintah sebagai syarat untuk pengakuan kepemilikan atas suatu tanah ataupun bangunan dengan sebuah bukti tertulis yang berupa akta jual beli dan sertifikat tanah dan bangunan.

Rumus BPHTB = 5% x (NJOP – NPOPTKP)

NPOP = NJOP – NPOTKP

Keterangan rumus :

  1. BPHTB = bea perolehan atas hak tanah atau bangunan
  2. 5% = persentase BPHTB berdasarkan peraturan kebijakan dari pemerintah sebagai penarik pajak
  3. NJOP = nilai jual objek pajak
  4. NPOTKP = Nili dari perolehan objek pajak tidak kena pajak, nilainya ini berdasarkan peraturan pemerintah dimana tanah dan bangunan berada.

Contohnya, Apabila Wahyu menjual tanah beserta bangunan kepada Arya di kota jakarta indonesia, tanah berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 m x 20 m, diatas tanah tersebut terdapat sebuah rumah dengan ukuran 10 m x 10 m. Harga tanah pada wilayah tersebut adalah Rp.1000.000/m2 sedangkan untuk harga bangunan adalah Rp.3.000.000/m2.

Berapakah jumlah pajak BPHTB yang harus dibayar oleh Wahyu sebagai pembeli, kemudian bagaimana jika dilakukan renovasi setelah pembelian sehingga ukuran bangunan tersebut berubah menjadi 10 m x 15 m apakah akan mempengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar?

  • Luas tanah = 10 m x 20 m = 200 m2, total harga tanah Rp.1.000.000,00 x 200 m2 = Rp.200.000.000,00.
  • Luas rumah = 10 m x 10 m = 100 m2, total harga bangunan Rp.3.000.000,00 x 100 m2 = Rp.300.000.000,00.
  • Jadil jumlah harga jual tanah berikut rumah NJOP adalah Rp.500.000.000,00
  • NPOTKP menurut pemerintah daerah jakarta misalnya Rp.60.000.000,00
  • NPOP = Rp.440.000.000,00.
  • Jadi total BPHTB yang terutang yaitu 5% x Rp.440.000.000,00 = Rp.22.000.000,00.

Jadi total pajak BPHTB yang harus kita bayar sebagai pembeli adalah dua puluh dua juta rupiah, setelah membayar biaya tersebut maka bisa mengurus sertifikat balik nama ke notaris dengan menempelkan bea materai Rp.6.000,00.

Selanjutnya telah dilakukan pekerjaan renovasi bangunan menjadi 10 m x 15 m = 300 m2, maka kita punya kewajiban untuk melaporkan perubahan data luas rumah tersebut karena akan mempengaruhi perhitungan pajak PBB yang contoh perhitungannya sudah kita buat menjadi satu artikel khusus di sini.