Barisan dan Deret Geometri, Rumus Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Rumus Deret Geometri – Pada saat anda belajar matematika di bangku SMA, ada dua macam barisan dan deret yaitu aritmetika dan geometri. Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak anda untuk belajar dan mengenal lebih jauh mengenai barisan dan deret geometri.

Pengertian Barisan Geometri

Barisan geometri atau istilah lainnya “barisan ukur” ialah barisan yang memenuhi sifat hasil bagi sebuah suku dengan suku yang sebelumnya dan berurutan yaitu bernilai konstan. Contoh barisan geometri tersebut adalah a,b dan c maka c/b = b/a = konstan. Hasil suku yang berdekatan tersebut, disebut sebagai rasio barisan geometri (r)
Misalkan, anda mempunyai sebuah deretan geometri:

U1, U2, U3, …….. Un-1, Un

Maka. U2/U1 = U3/U2 = U4/U3= …. Un/Un-1 = r (konstan).

Kemudian, bagaimana cara menentukan suku ke-n  dari sebuah barisan geometri? Coba ambil contoh:

U3/U2   =  r maka U3 = U2.r = a.r.r = ar2
U4/U3   =  r maka U4 =U3.r =  a.r2.r = ar3  sejalan dengan
Un/Un-1= r makan Un= Un-1.r = arn-2.r = arn-2+1= arn-1

Jadi, dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan:

Rumus Suku ke-n dari barisan geometri dirumuskan: Un =  arn-1
Dengan a = suku awal dan r = rasio barisan geometri

  • Contoh soal

Tentukan suku ke 10 dari barisan 1/8, 1/4, 1/2, ….

  • Jawab :

kalau ditanya suku ke lima atau suku yang masih ke-sekian yang masih kecil mungkin sobat bisa meneruskan barisan geometri tersebut tapi kalau ditanyakan suku ke-10, ke-50, atau ke-100 akan sangat merepotkan dan mau tidak mau harus pakai rumus di atas.

r = 1/4 : 1/8 = 1/4 x 8 = 2 –> rasio
a = 1/8
Un = arn-1 = 1/8 2(10-1) = 1/8 . 29 = 2-3.29 = 26 = 64

  • Contoh soal berikutnya

Sebuah amoeba dapat membelah diri menjadi 2 setiap 6 menit. Pertanyaannya, berapakah jumlah amoeba setelah satu jam jika pada awalnya terdapat 2 amoeba?

  • Jawab:

a = 2
r = 2
n = (1 jam/ 6 menit) + 1 = 11 –> menit juga dimasukkan
Un = arn-1
U10 = 2.211-1 = 210 = 1024 buah amoeba.

Apa itu Deret Geometri?

Deret geometri adalah jumlah n buah suku pertama dari barisan geometri. Nilai dari n suku pertama dari suatu barisan geometri bisa ditentukan dengan cara :

Sn = a + ar + ar2 + ar3 +… + arn-2 + arn-1

r Sn = ar + ar2 + ar3 +… + arn-2 + arn-1 + arn    (keduanya dikurangkan)

———————————————————————————

Sn – rSn = a – arn

Sn (1-r) = a (1-rn)

Sn = a  (1-rn)/ (1-r)

dengan a adalah suku pertama dan r adalah rasio barisan geometri

  • Contoh Soal

Tentukan jumlah 6 suku pertama dari barisan 1,3,9,…

  • Jawab

a = 1
r = 3 dan n = 6
Sn = a  (1-rn)/ (1-r) = 1 (1-36) / (1-3) = 1 (1-729) / -2 = -728/-2 = 364

Sisipan pada Barisan Geometri

Pada sebuah barisan geometri  dikenal dengan adanya sisipan. Misalnya di antara p dan q anda sisipkan k buah bilangan dan terjadi barisan geometri, maka rasio barisan geometri yaitu:

Suku Tengah Barisan Geometri

Jika U1, U2, U3 … Un adalah sebuah barisan geometri dengan n ganjil maka suku tengah barisan  geometri tersebut yaitu :

Deret Geometri Tak hingga

Ketika sobat menjatuhkan bola bekel dari ketinggian satu meter dan bola tersebut akan memantul ke atas sejauh 0,8 tinggi jatuh sebelumnya berapa jarak yang ditempuh bola bekel tersebut hingga berhenti? hehe susah ya. Itu adalah contoh dari deret geometri tak hingga yaitu deret yang banyak suku-sukunya tak terhingga.

Jumlah suku-suku dari deret tak hingga  ada kemungkinan hingga tau tak hingga. Jika deret itu hingga maka deretnya disebut deret konvergen dan jika tak hingga disebut deret divergen. Gampangnya jika jumlah deret tak hingga menuju ke suatu harga tertentu yang terhingga maka disebut konvergen (mengerucut). Sebaliknya, deret geometri yang menuju bilangan tak hingga disebut divergen.

Deret tak hingga yang rasionya r ≥ 1 atau r ≤ 1 disebut deret divergen dan yang mempunyai rasio -1< r < 1 disebut deret konvergen. Untuk menghitung deret geometri tak hingga ada dua rumus tergantung pada nilai r

nama deretrasio (r)rumus
divergenr ≥ 1 atau r ≤ 1s = ∞
konvergen-1< r < 1s = a/ 1-r
  • Contoh Soal

Tentukan jumlah suku-suku deret geometri tak hingga dari 1 + 0,5 + 0,25 + 0,125 + ….

  • Jawab

a = 1
r = 0,5
S∞ = a/1-r = 1/1-0,5 = 1/0,5 = 2